Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the cmsmasters-content-composer domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/gkpq9954/public_html/salva/new/wp-includes/functions.php on line 6170

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the salvation domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/gkpq9954/public_html/salva/new/wp-includes/functions.php on line 6170

Warning: Cannot modify header information - headers already sent by (output started at /home/gkpq9954/public_html/salva/new/wp-includes/functions.php:6170) in /home/gkpq9954/public_html/salva/new/wp-includes/feed-rss2.php on line 8
Pengurus GKPI Depok – GKPI Depok https://salva.gkpidepok.org/new 2023 Sun, 03 Apr 2022 20:49:40 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=7.0 https://salva.gkpidepok.org/new/wp-content/uploads/2022/04/cropped-fav_gkpi-32x32.png Pengurus GKPI Depok – GKPI Depok https://salva.gkpidepok.org/new 32 32 Ragu dan Diyakinkan https://salva.gkpidepok.org/new/sermon/ragu-dan-diyakinkan/ https://salva.gkpidepok.org/new/sermon/ragu-dan-diyakinkan/#respond Sun, 03 Apr 2022 15:33:37 +0000 https://salva.gkpidepok.org/new/?post_type=sermon&p=14389 Pertanyaan bisa timbul dari ketidaktahuan ataupun keraguan. Karena tidak tahu atau ragu, kita bertanya agar menjadi tahu dan percaya. Kita kerap dinasihati untuk tidak mudah percaya pada sesuatu yang kita lihat dan dengar. Terkadang kita merasa ragu ketika mendengar pengajaran yang mulai menyimpang. Karena itulah kita dinasihati untuk menguji segala sesuatu supaya kita tidak disesatkan. Jadi jika ada orang bertanya atau butuh diyakinkan karena ingin mencari jawaban, kita diingatkan untuk tidak buru-buru menghakiminya sebagai orang bodoh.

Kita acap kali menilai Tomas sebagai sosok peragu. Ia ragu ketika para murid memberitahukan kepada-Nya bahwa mereka telah melihat Tuhan setelah kebangkitan-Nya. Seperti para murid lain, Tomas masih berduka dan tergoncang. Ditambah lagi bahwa ia sedang tidak bersama para murid ketika Yesus menjumpai mereka di pertemuan pertama. Dengan jujur Tomas meminta bukti agar ia percaya. Yesus menjawab keraguan murid-Nya itu delapan hari kemudian dengan menampakkan diri kepada-Nya serta memintanya untuk mencucukkan jarinya pada tangan dan lambung-Nya. Dan Tomas pun percaya.

Saat hati berduka dan iman tergoncang, kita pun bisa meragukan firman dan kehilangan pengharapan. Yesus sangat memahami situasi hati kita. Dia menghargai kejujuran kita bahwa kita ragu dan butuh dikuatkan. Yesus tidak pernah mencela karena kita ragu, sebaliknya Ia hadir untuk mengubah keraguan hati kita menjadi kepastian. Kepastian bahwa Ia hidup dan tidak pernah mengingkari janji-Nya.

]]>
https://salva.gkpidepok.org/new/sermon/ragu-dan-diyakinkan/feed/ 0
Gembala Kehidupan https://salva.gkpidepok.org/new/sermon/gembala-kehidupan/ https://salva.gkpidepok.org/new/sermon/gembala-kehidupan/#respond Mon, 03 Jan 2022 13:23:30 +0000 http://my-church.cmsmasters.net/?post_type=sermon&p=12843

Hampir setiap hari kita bepergian ke luar rumah. Normalnya, kita pasti hafal rute tercepat menuju tempat tujuan. Namun, ketika rute yang biasa kita lewati macet, daripada terjebak di dalamnya, kita memilih melewati rute lainnya. Sekalipun rute lain tersebut mungkin lebih jauh, hal itu jauh lebih baik dibanding menghabiskan waktu diam di tengah kemacetan.

Perjalanan kehidupan kita di dunia ini sebenarnya mirip perjalanan kehidupan sehari-hari. Setiap hari, kita dihadapkan pada “jalan-jalan” yang harus dilewati. “Jalan-jalan” itu adalah keputusan atau pilihan yang kita ambil setiap harinya. Namun, ketika melangkah ke depan, kita harus waspada karena ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut (Ams. 14:12). Daud sungguh menyadari kebenaran ini. Karena itulah, ia memilih Tuhan sebagai Gembalanya. Tidak peduli apakah Sang Gembala membawanya melewati rute biasa atau rute lembah kelam, Daud meyakini bahwa Dia pasti menuntunnya di jalan yang benar (ay. 3). Rute mana pun pilihan Tuhan, itu pastilah rute terbaik menuju padang yang berumput hijau dengan airnya yang tenang (ay. 2).

Setiap kita yang hendak menjadikan Tuhan sebagai Gembala Kehidupan harus mau taat pada instruksi-instruksi-Nya. Ketika Tuhan berkata “lewat”, kita harus lewat. Sebaliknya, apabila Tuhan tidak mengizinkan kita lewat, kita tidak boleh menerobos masuk. Sekalipun awalnya kita mungkin tidak mengerti maksud Tuhan, percayalah bahwa rute-rute pilihan-Nya selalu yang terbaik

]]>
https://salva.gkpidepok.org/new/sermon/gembala-kehidupan/feed/ 0
Jika Hatiku Dibelah https://salva.gkpidepok.org/new/sermon/jika-hatiku-dibelah/ https://salva.gkpidepok.org/new/sermon/jika-hatiku-dibelah/#respond Sun, 29 Mar 2020 15:10:23 +0000 http://my-church.cmsmasters.net/?post_type=sermon&p=12834

Ignatius adalah murid Rasul Yohanes. Ketika ia berada di Antiokhia, ia mendapati kekaisaran Trajan menaikkan syukur kepada dewa-dewa dengan mempersembahkan korban besar-besaran, Ignatius mencelanya terang-terangan di Bait Suci. Akibatnya, Kaisar sangat marah dan mengirim Ignatius ke Roma untuk dihukum. Saat Ignatius dibawa ke gua singa, ia berulang kali mengulang nama Yesus ketika berbicara dengan umat percaya. Ketika ia ditanya tentang tindakannya tersebut, ia menjawab, “Yesus yang kukasihi, Juru Selamatku, tertulis sangat dalam di hatiku, sehingga aku merasa yakin, jika hatiku dibelah dan dipotong-potong nama Yesus akan ditemukan tertulis dalam setiap potongan tersebut.”

Tidak sedikit tantangan-tantangan iman yang kita hadapi setiap hari, yang bisa saja menyebabkan kita menyangkal Tuhan. Bagi orang percaya dunia ini tidak akan pernah aman bahkan dalam negara yang bebas sekalipun. Kita mendapati bahwa banyak orang-orang percaya yang dulunya berapi-api dalam Tuhan, kini beralih ke iman yang lain hanya karena tak tahan menderita, ditawari jabatan yang menggiurkan atau karena pasangan hidup.

Kita perlu belajar dari Ignatius, yang terus menguduskan Kristus sebagai Tuhan di dalam hatinya. Bahkan sebelum ia dibuang ke gua singa yang sedang lapar ia berucap, “Aku adalah biji Tuhan, aku digertak oleh gigi-gigi binatang buas supaya aku menjadi roti Kristus yang murni, yang bagiku merupakan roti kehidupan.”

]]>
https://salva.gkpidepok.org/new/sermon/jika-hatiku-dibelah/feed/ 0